Tentang MallUMKM

Pandemi Covid-19 telah mendorong pelaku industri kreatif usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus beradaptasi dengan kondisi jika mau bertahan. Langkah go-online adalah keniscayaan jika UMKM mau tetap eksis atau bahkan jika jeli bisa menjadi peluang untuk membesarkan skala usahanya. Data Kementerian Kominfo menunjukkan peningkatan 15-20 persen transaksi digital selama Maret – Mei 2020, sementara faktanya baru sekitar 13 persen pelaku UMKM yang telah merambah pasar online, 87 persen lainnya masih gagap dengan ekosistem digital. Padahal menurut data Kemenkop UMKM ada 64 juta populasi UMKM di Indonesia.

Meskipun demikian, perdagangan online yang tanpa batasan (borderless) juga memiliki tantangan persaingan yang sangat ketat. Tidak bisa sebuah produk UMKM ditaruh di marketplace terus bisa tiba-tiba laku begitu saja. Persaingan yang tidak terjadi tidak boleh mengarah pada perang harga jika UMKM mau bertahan atau bahkan menjadi pemenang. Perlu kerja keras agar masyarakat luas mengenal produk tersebut, dan lalu tertarik untuk membelinya. Maka, penting agar kita memiliki platform lokal untuk menarik kunjungan yang mengarahkan orang mengenal produk UMKM kita.Kunjungan terjadi jika ada cerita yang kita sematkan dalam sebuah produk (story telling), dan keputusan untuk membeli juga tidak hanya sekedar karena alasan produk yang berkualitas, tapi juga bisa jadi faktor kemasan dan deskripsi dari sebuah produk yang mendorong orang yang melihat berkeputusan untuk melakukan pembelian. Lalu kemudian, pelayanan yang baik dan manajemen suplai menjadi jaminan agar bisnis ini bisa berkelanjutan (sustainable).

MallUMKM dirancang untuk memenuhi kebutuhan di atas, agar industri kreatif dan UMKM siap dan bisa bersaing pada platform yang lebih luas: marketplace. MallUMKM mengkurasi produk, memberikan pendampingan dalam hal branding dan marketing, dan membangun story telling agar produk UMKM Kota Kediri bisa terdengar luas di masyarakat dan bisa membangun opini sehingga mempengaruhi orang untuk membeli.

MallUMKM juga mengembangkan etalase digital agar pembeli mudah dalam melakukan transaksi langsung, baik melalui chat berbasis WA atau kunjungan ke lokasi dengan geo tagging berbasis Google Maps. Platform ini juga dirancang sebagai showcase yang akan hadir di lokasi strategis atau kegiatan promosi pemerintah dan swasta dengan menampilkan produk-produk terpilih.